Lompat ke isi utama

Berita

BELAJAR BERDEMOKRASI, KETUA BAWASLU PANGKEP HARAP SISWA MAS DDI BARU-BARU TANGA TAK CEDERAI NILAI DAN KARAKTER DIRI

ccbdbad1-7dca-4cd1-9049-9c45c84839b7.jpg

Ketua Bawaslu Pangkep saat melakukan sosialisasi dan pendidikan demokrasi di MAS DDI Baru-Baru Tanga

Pangkajene, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Bawaslu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melaksanakan kegiatan Pendidikan Demokrasi dalam rangka Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) DDI Baru-Baru Tanga, Kelurahan Bonto Perak, Pangkajene (Rabu, 04/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Samsir Salam, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HPPH) Bawaslu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Andi Hikmawati, Kepala MAS DDI Baru-Baru Tanga, para tenaga pendidik, serta siswa-siswi MAS DDI Baru-Baru Tanga.

Dalam sambutannya, Kepala MAS DDI Baru-Baru Tanga, Muhammad Sabir Halik, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu di lingkungan madrasah. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya berdemokrasi secara baik dan benar.

“Di tengah-tengah kita telah hadir Bapak/Ibu dari Bawaslu, mudah-mudahan kita bisa mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana berdemokrasi yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Samsir Salam, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan sejak dini. Ia mengingatkan bahwa proses demokrasi dimulai dari diri sendiri dan harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.

“Ketika kita bicara mengenai pemimpin, maka semua beranjak dari kawan-kawan. Hari ini kawan-kawan belajar, esok kawan-kawan bisa menjadi pemimpin,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar para siswa tidak mencederai nilai dan karakter diri dalam proses demokrasi, serta mengikuti mekanisme yang berlaku dengan jujur dan bermartabat. Selain itu, Samsir Salam menekankan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, khususnya bagi siswa yang termasuk dalam kategori pemilih pemula.

“Paling tidak, jangan memilih karena kepentingan yang jangkanya pendek. Tidak sedikit pemilih yang ketika ditanya visi dan misi calon yang dipilih, tidak memahaminya,” tambahnya.

9dfe7979-c3d8-425f-b180-e0f84deb55f1.jpg

Melalui sosialisasi ini, para siswa diharapkan mampu menilai calon pemimpin berdasarkan visi dan misi yang ditawarkan. Meskipun menggaransi kualitas kepemimpinan seseorang bukan hal yang mudah, upaya untuk memilih secara sadar dan bertanggung jawab dinilai sebagai langkah awal dalam memperbaiki praktik demokrasi.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak dini serta membentuk generasi muda yang berintegritas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi.

Penulis, Foto dan Editor : Humas Bawaslu Kabupaten Pangkep